Senin, 10 November 2008

Asal copy

Lempeng Tektonik
(Tectonic Plate)

Menurut teori Lempeng Tektonik, lapisan terluar bumi kita terbuat dari suatu lempengan tipis dan keras yang masing-masing saling bergerak relatif terhadap yang lain. Gerakan ini terjadi secara terus-menerus sejak bumi ini tercipta hingga sekarang. Teori Lempeng Tektonik muncul sejak tahun 1960-an, dan hingga kini teori ini telah berhasil menjelaskan berbagai peristiwa geologis, seperti gempa bumi, tsunami, dan meletusnya gunung berapi, juga tentang bagaimana terbentuknya gunung, benua, dan samudra.

Lempeng tektonik terbentuk oleh kerak benua (continental crust) ataupun kerak samudra (oceanic crust), dan lapisan batuan teratas dari mantel bumi (earth's mantle). Kerak benua dan kerak samudra, beserta lapisan teratas mantel ini dinamakan litosfer. Kepadatan material pada kerak samudra lebih tinggi dibanding kepadatan pada kerak benua. Demikian pula, elemen-elemen zat pada kerak samudra (mafik) lebih berat dibanding elemen-elemen pada kerak benua (felsik).

Di bawah litosfer terdapat lapisan batuan cair yang dinamakan astenosfer. Karena suhu dan tekanan di lapisan astenosfer ini sangat tinggi, batu-batuan di lapisan ini bergerak mengalir seperti cairan (fluid).

Litosfer terpecah ke dalam beberapa lempeng tektonik yang saling bersinggungan satu dengan lainnya. Berikut adalah nama-nama lempeng tektonik yang ada di bumi, dan lokasinya bisa dilihat pada Peta Tektonik.

Lempeng Tektonik
PasifikArab
Amerika UtaraPhilipina
EurasiaFiji
AfrikaJuan de Fuka
AntartikaKaribia
Indo-AustraliaKokos
Amerika SelatanNazka
IndiaSkotia
Peta Tektonik
Peta Tektonik yang dibuat berdasarkan kondisi bumi pada abad 20.

Pergerakan Lempeng (Plate Movement)

Berdasarkan arah pergerakannya, perbatasan antara lempeng tektonik yang satu dengan lainnya (plate boundaries) terbagi dalam 3 jenis, yaitu divergen, konvergen, dan transform. Selain itu ada jenis lain yang cukup kompleks namun jarang, yaitu pertemuan simpang tiga (triple junction) dimana tiga lempeng kerak bertemu.

1. Batas Divergen
divergenTerjadi pada dua lempeng tektonik yang bergerak saling memberai (break apart). Ketika sebuah lempeng tektonik pecah, lapisan litosfer menipis dan terbelah, membentuk batas divergen.

Pada lempeng samudra, proses ini menyebabkan pemekaran dasar laut (seafloor spreading). Sedangkan pada lempeng benua, proses ini menyebabkan terbentuknya lembah retakan (rift valley) akibat adanya celah antara kedua lempeng yang saling menjauh tersebut.

Pematang Tengah-Atlantik (Mid-Atlantic Ridge) adalah salah satu contoh divergensi yang paling terkenal, membujur dari utara ke selatan di sepanjang Samudra Atlantik, membatasi Benua Eropa dan Afrika dengan Benua Amerika.

2. Batas Konvergen
konvergenTerjadi apabila dua lempeng tektonik tertelan (consumed) ke arah kerak bumi, yang mengakibatkan keduanya bergerak saling menumpu satu sama lain (one slip beneath another).

Wilayah dimana suatu lempeng samudra terdorong ke bawah lempeng benua atau lempeng samudra lain disebut dengan zona tunjaman (subduction zones). Di zona tunjaman inilah sering terjadi gempa. Pematang gunung-api (volcanic ridges) dan parit samudra (oceanic trenches) juga terbentuk di wilayah ini.

3. Batas Transform
transformTerjadi bila dua lempeng tektonik bergerak saling menggelangsar (slide each other), yaitu bergerak sejajar namun berlawanan arah. Keduanya tidak saling memberai maupun saling menumpu. Batas transform ini juga dikenal sebagai sesar ubahan-bentuk (transform fault).

*Gambar-gambar diambil dari The Dynamic Earth, USGS.

san andreas fault
Batas transform umumnya berada di dasar laut, namun ada juga yang berada di daratan, salah satunya adalah Sesar San Andreas (San Andreas Fault) di California, USA. Sesar ini merupakan pertemuan antara Lempeng Amerika Utara yang bergerak ke arah tenggara, dengan Lempeng Pasifik yang bergerak ke arah barat laut.









Batas Konvergen

Batas konvergen ada 3 macam, yaitu 1) antara lempeng benua dengan lempeng samudra, 2) antara dua lempeng samudra, dan 3) antara dua lempeng benua.

Konvergen lempeng benua—samudra (Oceanic—Continental)
samudra-benua

Ketika suatu lempeng samudra menunjam ke bawah lempeng benua, lempeng ini masuk ke lapisan astenosfer yang suhunya lebih tinggi, kemudian meleleh. Pada lapisan litosfer tepat di atasnya, terbentuklah deretan gunung berapi (volcanic mountain range). Sementara di dasar laut tepat di bagian terjadi penunjaman, terbentuklah parit samudra (oceanic trench).

Pegunungan Andes di Amerika Selatan adalah salah satu pegunungan yang terbentuk dari proses ini. Pegunungan ini terbentuk dari konvergensi antara Lempeng Nazka dan Lempeng Amerika Selatan.

Konvergen lempeng samudra—samudra (Oceanic—Oceanic)
2 samudra

Salah satu lempeng samudra menunjam ke bawah lempeng samudra lainnya, menyebabkan terbentuknya parit di dasar laut, dan deretan gunung berapi yang pararel terhadap parit tersebut, juga di dasar laut. Puncak sebagian gunung berapi ini ada yang timbul sampai ke permukaan, membentuk gugusan pulau vulkanik (volcanic island chain).

Pulau Aleutian di Alaska adalah salah satu contoh pulau vulkanik dari proses ini. Pulau ini terbentuk dari konvergensi antara Lempeng Pasifik dan Lempeng Amerika Utara.

Konvergen lempeng benua—benua (Continental—Continental)
2 benua

Salah satu lempeng benua menunjam ke bawah lempeng benua lainnya. Karena keduanya adalah lempeng benua, materialnya tidak terlalu padat dan tidak cukup berat untuk tenggelam masuk ke astenosfer dan meleleh. Wilayah di bagian yang bertumbukan mengeras dan menebal, membentuk deretan pegunungan non vulkanik (mountain range).

Pegunungan Himalaya dan Plato Tibet adalah salah satu contoh pegunungan yang terbentuk dari proses ini. Pegunungan ini terbentuk dari konvergensi antara Lempeng India dan Lempeng Eurasia.

*Gambar-gambar diambil dari MSN Encarta Encyclopedia.

Bagaimana Dengan Indonesia?

Negeri kita tercinta berada di dekat batas lempeng tektonik Eurasia dan Indo-Australia. Jenis batas antara kedua lempeng ini adalah konvergen. Lempeng Indo-Australia adalah lempeng yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia. Selain itu di bagian timur, bertemu 3 lempeng tektonik sekaligus, yaitu lempeng Philipina, Pasifik, dan Indo-Australia.

Peta Tektonik Indonesia
Peta Tektonik dan Gunung Berapi di Indonesia. Garis biru melambangkan batas antar lempeng tektonik, dan segitiga merah melambangkan kumpulan gunung berapi.

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, subduksi antara dua lempeng menyebabkan terbentuknya deretan gunung berapi dan parit samudra. Demikian pula subduksi antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia menyebabkan terbentuknya deretan gunung berapi yang tak lain adalah Bukit Barisan di Pulau Sumatra dan deretan gunung berapi di sepanjang Pulau Jawa, Bali dan Lombok, serta parit samudra yang tak lain adalah Parit Jawa (Sunda).

Lempeng tektonik terus bergerak. Suatu saat gerakannya mengalami gesekan atau benturan yang cukup keras. Bila ini terjadi, timbullah gempa dan tsunami, dan meningkatnya kenaikan magma ke permukaan. Jadi, tidak heran bila terjadi gempa yang bersumber dari dasar Samudra Hindia, yang seringkali diikuti dengan tsunami, aktivitas gunung berapi di sepanjang pulau Sumatra dan Jawa juga turut meningkat.

Minggu, 09 November 2008

Pedang Lagi Dech...!


Ini Pedang dari Indonesia loch.
ada clurit,klewang,golok, dan parang


Asal Tulis

INGIN

Aku pernah ingin mencoba untuk
menulis sebait puisi untukmu
Aku juga pernah ingin
menyanyikan sepenggal lagu untukmu
Tapi,
Aku bukan penyair
dan bukan juga seorang penyanyi.
Akhirnya itu semua
tetap tinggal dalam inginku.

Asal Tulis

Ironi

Dimataku
kau tergambar begitu
Manis,
Cantik,
Ayu,
Lembut,
dan baik hati pula.

Tapi sayang
kau tidak sayang padaku

Ini pedangnya Kyo loch....!!!!

Senin, 03 November 2008

RPP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : SMA Negeri 11 Makassar
Mata Pelajaran : Geografi
Kelas/Program/Sem : X / Umum / Gazal
Alokasi Waktu : 3 x 45 menit ( 3x pertemuan)

1.STANDAR KOMPETENSI
2.Memahami sejarah pembentukan Bumi

2.KOMPETENSI DASAR
2.1. Menjelaskan sejarah pembentukan bumi

3.INDIKATOR PENCAPAIAN
2.1.1 Menganalisis teori terjadinya bumi
2.1.2 Mengidentifikasi karateristik perlapisan bumi
2.1.3 Menganalisis teori lempeng tektonik dan kaitannya dangan persebaran gunung api

4.MATERI PEMBELAJARAN
a.Proses terjadinya bumi
b.Karakteristik perlapisan bumi
c.Teori lempang tektonik

5.TUJUAN PEMBELAJARAN
Siswa mampu
Menjelaskan secara kronologis mengenai sejarah pembentukan bumi
Menjelaskan karakteristik lapisan bumi
Menjelaskan teori lempeng tektonik dan menunjukkan daerah rawan gempa, utamanya di Indonesia

6.KRITERIA KETUNTASAN MAKSIMAL
KKM KD 2.1 : 69%

7.METODE PEMBELAJARAn
Ceramah, tanya jawab, life skills, penugasan, diskusi

8.SKENARIO KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1:

Langkah
Kegiatan Guru - Siswa
Waktu

Kegiatan Awal:
Orientasi dan motivasi
Guru mengucapkan salam dan menyapa siswa
Menginformasikan SK,KD, Indikator, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
Guru menggali informasi proses terjadinya bumi dari para siswa


10 menit

Kegiatan Inti:
Guru menjelaskan secara kronologis mengenai sejarah pembentukan bumi dari berbagai referensi.
Membahas berbagai teori tentang proses terjadinya bumi.
Menjelaskan priode usia bumi


20 menit

Kegiatan Akhir:
Refleksi
Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi yang kurang dimengerti.
Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.


15 menit

Pertemuan 2:

Langkah
Kegiatan Guru - Siswa
Waktu

Kegiatan Awal:
Apersepsi
Guru mengucapkan salam dan menyapa siswa
Menginformasikan SK,KD, Indikator, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai



10 menit

Kegiatan Inti:

Guru membimbing siswa dalam membahas tentang Karakteristik perlapisan bumi.
Guru menjelaskan karakteristik lapisan bumi dengan menggunakan gambar struktur lapisan bumi.
Membahas berbagai macam lapisan bumi


20 menit

Kegiatan Akhir:
Refleksi & Penugasan
Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi yang kurang dimengerti.
Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
Menugaskan kepada siswa untuk mecari literatur tentang teori tektonik lempeng dari berbagai sumber.
Penugasan secara individu: mengerjakan soal evaluasi akhir bab mengenai Pembentukan Muka Bumi


15 menit

Pertemuan 3:

Langkah
Kegiatan Guru - Siswa
Waktu

Kegiatan Awal:
Apersepsi
Guru mengucapkan salam dan menyapa siswa
Menginformasikan SK,KD, Indikator, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai

10 menit

Kegiatan Inti:

Guru menjelaskan mengenai teori lempeng tektonik.
Mendiskusikan mengenai lempeng tektonik dan kaitannya dengan persebaran gunung api dan gempa bumi

20 menit

Kegiatan Akhir:
Refleksi & Penugasan
Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi yang kurang dimengerti.
Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
Menugaskan kepada siswa untuk membuat makalah tentang teori tektonik lempeng.

15 menit

9.SUMBER/ALAT BANTU
1.Kurikulum KTSP dan perangkatnya
2.Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA - ESIS
3.Buku sumber Geografi SMA – ESIS
4.Buku-buku penunjang yang relevan
5.OHP / Slide Proyektor
6.Internet

10.PENILAIAN DAN PROGRAM TINDAK LANJUT
Penilaian soal evaluasi.

Soal
1. Dahulu hanya ada satu benua yang disebut dengan…..
2 Deskripsikan tentang teori lempeng tektonik
3. Jelaskan akibat adanya dua lempeng yang saling bertabrakan!
4. Jelaskan akibat pergeseran lempeng tektonik dibawah permukaan laut (lempeng samudra)!
5. Mengapa Indonesia disebut daerah rawan gempa!
Kunci Jawaban
1.Pangea
2.Teori Lempeng Tektonik menjelaskan bagaimana lahirnya tenaga-tenaga pembentuk muka bumi, termasuk proses bagaimana terbentuknya gunung api maupun terjadinya gempa. Teori ini menerangkan bahwa kulit bumi terdiri atas beberapa bagian lempeng yang kuat, dan bergerak di atas massa cair astenosfer. Pergerakan lempeng terjadi karena adanya arus konveksi di bagian bawah lapisan litosfer. Teori Lempeng Tektonik menjelaskan bagaimana sejarah pembentukan muka bumi, termasuk awalnya benua yang dimulai dari Pangea terpecah-pecah menjadi beberapa benua, kemudian menjadi benua Laurasia dan Gondwana yang hanya dipisahkan oleh Laut Tethys, dan proses pembentukan muka bumi masih terus berlangsung hingga terbentuk seperti saat ini.
3.Adanya pergerakan lempeng tektonik dari dalam bumi menyebabkan retakan, patahan, dan lipatan pada lapisan litosfer. Lempeng tektonik yang bergerak saling mendekat akan bertumbukan sehingga membentuk kerutan atau lipatan berupa pegunungan dan lembah. Apabila terjadi pergeseran lempeng tektonik akan mendorong magma yang terdapat di dalam perut bumi bergerak naik ke permukaan bumi. Magma merupakan massa pijar yang sangat panas yang membentuk batuan gunung berapi.
4.Pergeseran lempeng tektonik yang terdapat di bawah permukaan laut akan mengakibatkan terjadinya gempa laut. Gempa laut dapat menimbulkan ombak-ombak yang besar dan hebat. Gelombang laut yang disebabkan oleh gempa laut disebut gelombang tsunami. Tsunami sangat berbahaya, terutama bagi daerah-daerah pesisir, karena tinggi gelombangnya bisa mencapai lebih dari 20 m, apabila tiba di daerah pesisir. Gelombang tsunami dapat merambat di laut dengan kecepatan sekitar 800 km/jam.
5.Indonesia merupakan daerah rawan gempa yang dipengaruhi oleh tiga buah lempeng yang saling bertumbukan. Ketiga lempeng tersebut, antara lain Lempeng Eurasia, Lempeng IndoAustralia, dan Lempeng Pasifik. Akibatnya, aktivitas tektonisme sangat tinggi terjadi di Indonesia. Selain itu, Kepulauan Indonesia dilalui oleh dua jalur pegunungan lipatan muda, yaitu Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania. Kepulauan Indonesia seringkali disebut busur kepulauan gunung api. Akibatnya, wilayah Indonesia yang dilalui kedua sirkum pegunungan tersebut berada di jalur rawan gempa dan memiliki banyak gunung api. Wilayah tersebut antara lain Pulau Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan bagian utara Papua.

Rubrik Penilaian Skala Sikap
Indikator
Nilai kualitatif
Nilai kuantitatif
Deskripsi (Alasan)
Pengetahuan tentang proses terjadinya bumi




Pemahaman tentang materi




Kemampuan melakukan analisis atas pernyataan/kutipan




Sikap terhadap pernyataan/kutipan




Alasan terhadap sikap atas pernyataan /kutipan




Kemampuan penggunaan bahasa yang baik dalam analisis




Nilai rata-rata




Komentar


Penilaian untuk tugas karangan mengenai ringkasan film tentang Gunung Api. Penilaian berdasarkan pada rubrik penilaian berikut ini.
Rubrik Penilaian Karangan
Sikap/Aspek yang dinilai
Nilai kualitatif
Nilai kuantitatif
Deskripsi (Alasan)
Pengantar menunjukkan isi




Pengantar disajikan dengan bahasa yang baik




Isi menunjukkan penjelasan dari isi film




Isi disajikan dengan bahasa yang baik




Penutup memberi kesimpulan akhir terhadap isi film




Penutup disajikan dengan bahasa yang baik




Nilai rata-rata




Komentar





Kriteria Penilaian:
Nilai kualitatif
Nilai kuantitatif
Memuaskan
4
> 80
Baik
3
68 - 79
Cukup
2
56 - 67
Kurang
1
< 55



Program tindak lanjut:
1.Remedial, untuk siswa yang memperoleh nilai Blok /KD < KKM :
Mengikuti program pembelajaran ulang dengan memberikan pembahasan soal-soal uji kompetensi
Memberikan tugas yang berkaitan dengan indikato atau kompetensi dasar yang belum tuntas
Melakukan ujian perbaikan sesuai indikator yang belum tuntas
2.Pengayaan, bagi siswa yang memperoleh nilai Blok / KD ≥ KKM;
Memberikan program pelajaran tambahan pembahasan dengan variasi soal – soal uji kompetensi.

Sumber Daya Alam

Sumber Daya Alam

1.Pengertian Sumber Daya Alam

Sumber daya adalah sesuatu yang berguna dan mempunyai nilai. Sesuatu yang tidak diketahui penggunaannya tidak dapat dikatakan sebagai sumber daya. Sebaliknya, sesuatu yang mempunyai nilai tetapi tersedia dalam jumlah yang relative besar dibanding dengan permintaan juga bukan merupakan sumber daya. Sumber daya adalah konsep yang dinamis dan kemungkinan selalu terjadi perubahan dalam informasi, teknologi, dan relative kelangkaannya dapat menjadi sesuatu yang bernilai. Barang yang dihasilkan manusia dengan mengkombinasikan teknologi, alam, tenaga, dan modal dengan sumber daya tidak dapat disebut sumber daya.
Istilah sumber daya alam tidak menunjukkan suatu zat atau barang yang ada di alam sekitar, tetapi menunjukkan fungsi – fungsinya dalam memenuhi kebutuhan tertentu dari manusia. Jadi konsep sumber daya alam mencerminkan penafsiran manusia dalam usaha pemenuhan kebutuhannya. Sumber daya alam adalah segalah sesuatu yang terdapat di alam sekitar yang merupakan hasil bentukan alam serta dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sumberdaya alam mencakup semua pemberian alam di bawah atau di atas bumi baik yang hidup maupun yang tidak hidup. Pengertian sumber daya alam meliputi semua sumber daya dan sistem yang bermanfaat bagi manusia dalam hubungannya dengan teknologi, ekonomi dan keadaan sosial tertentu. 
   
2.Penggolongan Sumber Daya Alam.

Berdasarkan jenisnya:
Menurut jenisnya, sumber daya alam dibagi dua sebagai berikut :
1. Sumber daya alam nonhayati (abiotik); disebut juga sumber daya alam fisik, yaitu sumber daya alam yang berupa benda-benda mati. Misalnya : bahan tambang, tanah, air, dan kincir angin.
2. Sumber daya alam hayati (biotik); merupakan sumber daya alam yang berupa makhluk hidup. Misalnya: hewan, tumbuhan, mikroba, dan manusia.
3.Sumber daya alam lingkungan; merupakan perpaduan antara SDA biotic dan SDA aboitic/fisik yang membentuk suatu lingkungan tertentu. Misalnya panorama alam lingkungan pantai, pegunungan, dan lainnya.
Berdasarkan potensi
Menurut potensi penggunaannya, sumber daya alam dibagi beberapa macam, antara lain sebagai berikut.
1. Sumber daya alam materi; merupakan sumber daya alam yang dimanfaatkan dalam bentuk fisiknya. Misalnya, batu, besi, emas, kayu, serat kapas, rosela, dan sebagainya.
2. Sumber daya alam energi; merupakan sumber daya alam yang dimanfaatkan energinya. Misalnya batu bara, minyak bumi, gas bumi,air terjun, sinar matahari, energi pasang surut laut, kincir angin, dan lain-lain.
3. Sumber daya alam ruang; merupakan sumber daya alam yang berupa ruang atau tempat hidup, misalnya area tanah (daratan) dan angkasa.
Berdasarkan sifat
Menurut sifatnya, sumber daya alam dapat dibagi 3, yaitu sebagai berikut :
1. Sumber daya alam yang terbarukan (renewable), misalnya: hewan, tumbuhan, mikroba, air, dan tanah. Disebut ter barukan karena dapat melakukan reproduksi dan memiliki daya regenerasi (pulih kembali).
2. Sumber daya alam yang tidak terbarukan (nonrenewable), misalnya: minyak tanah, gas bumi, batu tiara, dan bahan tambang lainnya.
3. Sumber daya alam yang tidak habis, misalnya, udara, matahari, energi pasang surut, dan energi laut.