Senin, 03 November 2008

RPP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : SMA Negeri 11 Makassar
Mata Pelajaran : Geografi
Kelas/Program/Sem : X / Umum / Gazal
Alokasi Waktu : 3 x 45 menit ( 3x pertemuan)

1.STANDAR KOMPETENSI
2.Memahami sejarah pembentukan Bumi

2.KOMPETENSI DASAR
2.1. Menjelaskan sejarah pembentukan bumi

3.INDIKATOR PENCAPAIAN
2.1.1 Menganalisis teori terjadinya bumi
2.1.2 Mengidentifikasi karateristik perlapisan bumi
2.1.3 Menganalisis teori lempeng tektonik dan kaitannya dangan persebaran gunung api

4.MATERI PEMBELAJARAN
a.Proses terjadinya bumi
b.Karakteristik perlapisan bumi
c.Teori lempang tektonik

5.TUJUAN PEMBELAJARAN
Siswa mampu
Menjelaskan secara kronologis mengenai sejarah pembentukan bumi
Menjelaskan karakteristik lapisan bumi
Menjelaskan teori lempeng tektonik dan menunjukkan daerah rawan gempa, utamanya di Indonesia

6.KRITERIA KETUNTASAN MAKSIMAL
KKM KD 2.1 : 69%

7.METODE PEMBELAJARAn
Ceramah, tanya jawab, life skills, penugasan, diskusi

8.SKENARIO KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1:

Langkah
Kegiatan Guru - Siswa
Waktu

Kegiatan Awal:
Orientasi dan motivasi
Guru mengucapkan salam dan menyapa siswa
Menginformasikan SK,KD, Indikator, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
Guru menggali informasi proses terjadinya bumi dari para siswa


10 menit

Kegiatan Inti:
Guru menjelaskan secara kronologis mengenai sejarah pembentukan bumi dari berbagai referensi.
Membahas berbagai teori tentang proses terjadinya bumi.
Menjelaskan priode usia bumi


20 menit

Kegiatan Akhir:
Refleksi
Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi yang kurang dimengerti.
Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.


15 menit

Pertemuan 2:

Langkah
Kegiatan Guru - Siswa
Waktu

Kegiatan Awal:
Apersepsi
Guru mengucapkan salam dan menyapa siswa
Menginformasikan SK,KD, Indikator, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai



10 menit

Kegiatan Inti:

Guru membimbing siswa dalam membahas tentang Karakteristik perlapisan bumi.
Guru menjelaskan karakteristik lapisan bumi dengan menggunakan gambar struktur lapisan bumi.
Membahas berbagai macam lapisan bumi


20 menit

Kegiatan Akhir:
Refleksi & Penugasan
Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi yang kurang dimengerti.
Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
Menugaskan kepada siswa untuk mecari literatur tentang teori tektonik lempeng dari berbagai sumber.
Penugasan secara individu: mengerjakan soal evaluasi akhir bab mengenai Pembentukan Muka Bumi


15 menit

Pertemuan 3:

Langkah
Kegiatan Guru - Siswa
Waktu

Kegiatan Awal:
Apersepsi
Guru mengucapkan salam dan menyapa siswa
Menginformasikan SK,KD, Indikator, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai

10 menit

Kegiatan Inti:

Guru menjelaskan mengenai teori lempeng tektonik.
Mendiskusikan mengenai lempeng tektonik dan kaitannya dengan persebaran gunung api dan gempa bumi

20 menit

Kegiatan Akhir:
Refleksi & Penugasan
Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi yang kurang dimengerti.
Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
Menugaskan kepada siswa untuk membuat makalah tentang teori tektonik lempeng.

15 menit

9.SUMBER/ALAT BANTU
1.Kurikulum KTSP dan perangkatnya
2.Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA - ESIS
3.Buku sumber Geografi SMA – ESIS
4.Buku-buku penunjang yang relevan
5.OHP / Slide Proyektor
6.Internet

10.PENILAIAN DAN PROGRAM TINDAK LANJUT
Penilaian soal evaluasi.

Soal
1. Dahulu hanya ada satu benua yang disebut dengan…..
2 Deskripsikan tentang teori lempeng tektonik
3. Jelaskan akibat adanya dua lempeng yang saling bertabrakan!
4. Jelaskan akibat pergeseran lempeng tektonik dibawah permukaan laut (lempeng samudra)!
5. Mengapa Indonesia disebut daerah rawan gempa!
Kunci Jawaban
1.Pangea
2.Teori Lempeng Tektonik menjelaskan bagaimana lahirnya tenaga-tenaga pembentuk muka bumi, termasuk proses bagaimana terbentuknya gunung api maupun terjadinya gempa. Teori ini menerangkan bahwa kulit bumi terdiri atas beberapa bagian lempeng yang kuat, dan bergerak di atas massa cair astenosfer. Pergerakan lempeng terjadi karena adanya arus konveksi di bagian bawah lapisan litosfer. Teori Lempeng Tektonik menjelaskan bagaimana sejarah pembentukan muka bumi, termasuk awalnya benua yang dimulai dari Pangea terpecah-pecah menjadi beberapa benua, kemudian menjadi benua Laurasia dan Gondwana yang hanya dipisahkan oleh Laut Tethys, dan proses pembentukan muka bumi masih terus berlangsung hingga terbentuk seperti saat ini.
3.Adanya pergerakan lempeng tektonik dari dalam bumi menyebabkan retakan, patahan, dan lipatan pada lapisan litosfer. Lempeng tektonik yang bergerak saling mendekat akan bertumbukan sehingga membentuk kerutan atau lipatan berupa pegunungan dan lembah. Apabila terjadi pergeseran lempeng tektonik akan mendorong magma yang terdapat di dalam perut bumi bergerak naik ke permukaan bumi. Magma merupakan massa pijar yang sangat panas yang membentuk batuan gunung berapi.
4.Pergeseran lempeng tektonik yang terdapat di bawah permukaan laut akan mengakibatkan terjadinya gempa laut. Gempa laut dapat menimbulkan ombak-ombak yang besar dan hebat. Gelombang laut yang disebabkan oleh gempa laut disebut gelombang tsunami. Tsunami sangat berbahaya, terutama bagi daerah-daerah pesisir, karena tinggi gelombangnya bisa mencapai lebih dari 20 m, apabila tiba di daerah pesisir. Gelombang tsunami dapat merambat di laut dengan kecepatan sekitar 800 km/jam.
5.Indonesia merupakan daerah rawan gempa yang dipengaruhi oleh tiga buah lempeng yang saling bertumbukan. Ketiga lempeng tersebut, antara lain Lempeng Eurasia, Lempeng IndoAustralia, dan Lempeng Pasifik. Akibatnya, aktivitas tektonisme sangat tinggi terjadi di Indonesia. Selain itu, Kepulauan Indonesia dilalui oleh dua jalur pegunungan lipatan muda, yaitu Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania. Kepulauan Indonesia seringkali disebut busur kepulauan gunung api. Akibatnya, wilayah Indonesia yang dilalui kedua sirkum pegunungan tersebut berada di jalur rawan gempa dan memiliki banyak gunung api. Wilayah tersebut antara lain Pulau Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan bagian utara Papua.

Rubrik Penilaian Skala Sikap
Indikator
Nilai kualitatif
Nilai kuantitatif
Deskripsi (Alasan)
Pengetahuan tentang proses terjadinya bumi




Pemahaman tentang materi




Kemampuan melakukan analisis atas pernyataan/kutipan




Sikap terhadap pernyataan/kutipan




Alasan terhadap sikap atas pernyataan /kutipan




Kemampuan penggunaan bahasa yang baik dalam analisis




Nilai rata-rata




Komentar


Penilaian untuk tugas karangan mengenai ringkasan film tentang Gunung Api. Penilaian berdasarkan pada rubrik penilaian berikut ini.
Rubrik Penilaian Karangan
Sikap/Aspek yang dinilai
Nilai kualitatif
Nilai kuantitatif
Deskripsi (Alasan)
Pengantar menunjukkan isi




Pengantar disajikan dengan bahasa yang baik




Isi menunjukkan penjelasan dari isi film




Isi disajikan dengan bahasa yang baik




Penutup memberi kesimpulan akhir terhadap isi film




Penutup disajikan dengan bahasa yang baik




Nilai rata-rata




Komentar





Kriteria Penilaian:
Nilai kualitatif
Nilai kuantitatif
Memuaskan
4
> 80
Baik
3
68 - 79
Cukup
2
56 - 67
Kurang
1
< 55



Program tindak lanjut:
1.Remedial, untuk siswa yang memperoleh nilai Blok /KD < KKM :
Mengikuti program pembelajaran ulang dengan memberikan pembahasan soal-soal uji kompetensi
Memberikan tugas yang berkaitan dengan indikato atau kompetensi dasar yang belum tuntas
Melakukan ujian perbaikan sesuai indikator yang belum tuntas
2.Pengayaan, bagi siswa yang memperoleh nilai Blok / KD ≥ KKM;
Memberikan program pelajaran tambahan pembahasan dengan variasi soal – soal uji kompetensi.

Tidak ada komentar: