Senin, 01 Desember 2008

SIRI’ NA PACCE

Sebuah Renungan

Siri’ na Pacce / Pesse adalah sebuah konsep nilai warisan dari budaya masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya suku Bugis dan Makassar. Tapi, dewasa ini nilai – nilai dari siri’ dan pace tadi sudah mulai memudar. Atau paling tidak cenderung disalah artikan dan dimaknai dengan pemaknaan yang sempit. Tulisan ini adalah sebuah usaha dari penulis yang resah melihat kondisi diatas dan ini mengajak kita semua yang masih peduli untuk kembali sama – sama melestarikan budaya kita.

Pengertian Siri’ (menurut penulis)

Siri’ dalam pengartian skala sempit berarti malu. Tapi, dalam arti yang lebih luas lebih mengarah ke harga diri, usaha untuk mempertahankan harga diri. Jika seorang dari suku Bugis Makassar telah diinjak harga dirinya sesungguhnya dia telah dipakasiri. Dan daripada hidup dengan kehilangan siri maka mereka lebih baik kehilangan segalanya (termasuk nyawanya). Jadi jangan heran jika melihat orang Bugis – Makassar rela mati cuma karena persoalan sepele, tapi mereka sudah menganggap itu sudah masuk dalam persoalan siri.

Sesungguhnya siri’ tidak langsung melekat kepada setiap manusia Bugis Makassar. Orang baru bisa dikatakan mempunyai siri’ yang bisa dipertahankan jikalau ia sudah “malempu” dalam menjalani hidup dan kehidupannya. Malempu berasal dari kata dasar lempu yang berarti jujur, lurus. Orang yang malempu artinya orang jujur, bisa dipercaya dan mampu menjaga amanah, pokoknya lurus dalam menjalani hidup. Nah, setelah kita menjadikan lempu sebagai prinsip hidup, maka dengan sendirinya kita akan mempunyai siri’.

Adalah sebuah hal yang keliru ketika ada masalah dan kita langsung merasa dipakasiri sebelum introspeksi diri, apakah kita memang sudah malempu dalam hidup ini.

Aspek social dari Siri’

Setelah kita sudah mempunyai siri’, saatnya untuk membaginya dengan sesama. Hal inilah yang disebut dengan pacce/pesse. Pacce sendiri berarti pedis,perih. Ketika ada keluarga atau sahabat kita yang ditimpa masalah maka kita juga harus ikut merasakan kepedihannya. Untuk mencapai tahap pacce ini dengan berbagai proses yang disebut sipakatau, sipakainga,sipakalabbi, dan sipaka – sipaka lainnya kecuali sipakasiri.

Tidak ada komentar: